Menurut kamu mantan itu siapa sih?
Sabtu, 13 April 2019
Senin, 01 April 2019
cara menjadi muslim yang baik
MENJADI MUSLIM BERAKHLAK MULIA
Sesungguhnya
kemuliaan akhlak itu terwujud dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah
lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Salah satu simpul
kemuliaan adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan
hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik
kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.
Akhlak yang
mulia memiliki berbagai keutamaan. Ia merupakan bentuk pelaksanaan perintah
Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan akhlak yang mulia
juga, seorang akan terbebas dari pengaruh negatif tindakan jelek orang lain.
Dengan kemuliaan akhlak pula seorang akan memperoleh ketinggian derajat. Jika
engkau ingin merasakan dalamnya aqidah tertanam di dalam hati dan jiwamu, maka
hayati dan resapilah kandungan Al-Qur’an.”
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz berkata:
إِنَّ
لِلإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا ، فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا
اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ
الإِيمَانَ
“Sesungguhnya iman memiliki
kewajiban-kewajiban, batasan dan aturan serta sunnah-sunnah, barangsiapa
menyempurnakannya maka sempurnalah imannya dan barangsiapa tidak
menyempurnakannya maka tidak sempurna pula imannya.” (HR. Bukhari)
إِنَّمَا
يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً
وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُون
“Sesungguhnya orang yang benar-benar
beriman kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan
ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan
lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya
(karena sholat tahjjud) dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh
rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami
berikan.” (QS As Sajdah (32) : 15).
Banyak orang
menyangka bahwa akhlakul karimah tidak ada sangkut pautnya dengan tauhid atau
aqidah, sehingga seseorang yang sudah belajar tauhid tidak sedikit pun merasa
risih untuk mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata kotor kepada saudaranya
sesama muslim. Ia demikian fasih memaki-maki saudaranya hanya karena perbedaan
pemahaman aliran keagamaan, sebagaimana fasihnya dalam membaca Al-Quran.
Padahal tauhid adalah inti iman dan dalam banyak hadits Rasulullah Shollallohu
‘alihi wa sallama selalu mengaitkannya dengan adab dan akhlak. Ucapan kita,
pandangan kita, pendengaran kita bahkan desiran hati kita adalah bukti/refleksi
dari iman dan tauhid kita. Jika seseorang telah mempelajari ilmu tauhid
(tentang keimanan) namun tidak tercermin padanya kemuliaan akhlak dan adabnya,
pasti ada sesuatu yang salah padanya.
Langganan:
Postingan (Atom)